Pertama kali, rasa itu terbentuk atas tradisi masa lalu
Kemudian berlalu semakin datar tanpa keistimewaan
Waktu bergulir hingga kini
Keadaan memaksaku menumbuhkan kisah ini
Yang senantiasa menciptakan semua anomali
Terhina, terlarang… namun terindah
Membuat detik semakin kencang berlari
Namun argumen telah mematahkannya, menghancurkannya
Hilang lenyap rasa itu, lebur
Hati tersindir kemudian terhempas
Terus kuikuti kehendak langkahku tanpa hasrat berarti
Kini, masa yang kumau itu kembali memenuhi ruang otakku
Menghipnotis nyawa, mengerucutkan yojana
Ekor mata selalu menangkapnya
Aku kembali menikmatinya


